Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Siapakah yang beruntung itu?

"Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan sholat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang Telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang Telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka Itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung."
[Al Baqarah (2) : 2-5]

Kelembutan Hati

Ada seorang syekh melihat seorang anak berwudhu di tepi sungai sambil menangis. Syekh tersebut bertanya, “Wahai anakku, mengapa engkau menangis?”

Anak tersebut menjawab, “Saya membaca ayat Alquran, hingga sampai ayat: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS At-Tahrim [66]: 6). "Saya takut, jangan-jangan Allah memasukkan saya ke neraka.”

Syekh tersebut berkata, “Wahai anak kecil, kamu tidak akan disiksa, karena kamu belum baligh. Jangan merasa takut, kamu tidak berhak memasuki neraka.”

Anak kecil tersebut menjawab, “Wahai syekh, engkau adalah orang yang pandai, tidakkah syekh tahu bahwa seorang yang menyalakan api untuk satu keperluannya itu memulai dengan kayu-kayu yang kecil baru kemudian yang besar.”

Seraya menangis syekh tersebut berkata dalam hati, “Anak ini lebih takut kepada neraka daripada saya.”

Itulah gambaran kelembutan hati seseorang yang dibingkai dengan iman. Seorang yang betul-betul beriman dan senantiasa bertambah keimanannya akan semakin peka dan mudah merasai sesuatu, karena semua perkara akan dilihat dari kehendak-kehendak Allah, bukan dari kehendak-kehendaknya.

Seorang yang beriman kepada Allah pasti akan sedih apabila tidak dapat bersedekah karena tidak memiliki harta, akan takut apabila azab akan menimpa dirinya sewaktu-waktu, akan bersedih bila tidak mampu membantu orang-orang yang susah, akan meneteskan air mata kesedihan apabila melihat anak-anak yang terlantar, akan harap apabila nanti dimasukkan ke dalam surga, akan gembira apabila imannya terus kekal hingga ke penghujung usia, dan begitu seterusnya.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Demi Allah, seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui niscaya kamu akan sedikit tertawa dan akan banyak menangis.” (HR Tirmidzi).

Seorang Tabi’in pernah berkata, “Siapa diberi ilmu dan tidak membuatnya menangis maka lebih baik baginya untuk tidak diberi ilmu, kerana Allah telah menerangkan bahwa sifat orang yang berilmu itu adalah menangis.” (HR Ad-Daraami).

Oleh karena itu, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang takut kepada Allah (karena kelembutan hatinya) adalah orang-orang yang berilmu, sebagaimana firman Allah SWT, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama (orang-orang yang berilmu).” (QS Fathir [35]: 28). Wallahu a’lam.
 

Ditulis oleh H Imam Nur Suharno MPdI
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/01/16/lxuo3z-kelembutan-hati

Sambut Tangan Ibu dan Ayah ke Surga


Kamu tahu apa yang paling diinginkan oleh orang tua kepada anaknya?
"Waktu"
Kamu tahu apa yang paling diinginkan oleh seorang anak kepada orang tuanya?
"Waktu"
Video "Be The Winning Father" Ustadz Subhan Bawazier, Sebuah kajian yang cukup menginspirasi buat semua usia, baik untuk orang tua, maupun untuk anak muda. semoga bermanfaat.
Sumber Video: Aladzievie Channel

Yuk Ganti Buku Bacaan Kita!


Allah Ta’ala berfirman,
يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآَخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ
“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. Ar-Ruum: 7)

Sumber : Rumaysho.com

Fokus mana vroh!


Islam adalah agama yang sempurna, mengajarkan hubungan manusia kepada Allah, manusia kepada manusia dan manusia kepada ciptaan Allah yang lainnya. Islam memiliki panduan yaitu Alquran, yang ditulis dalam bahasa arab dan sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Panduan hidup seorang muslim adalah Alquran. Akan tetapi kita malah sering membaca buku buku biasa, yang sebenarnya semua sudah dijelaskan dalam Alquran. Selanjutnya Alquran di tunjang oleh tafsir, dan kitab-kitab yang lain, yang berisi sunnah-sunnah Rasullah SAW. Seandainya saja kita bisa mempelajarinya dengan baik dan benar, insyaallah kita bisa mendapatkan kebahagian didunia, begitupun di Surga.
 
Akan tetapi tak jarang kita mendapatkan seorang profesor, pejabat negara atau pengusaha yang kaya raya, untuk membaca Al-Fatihah dalam sholat saja dapat dikatakan belum baik dan benar. Padahal Al-Fatihah itu seharusnya sudah mendarah daging buat setiap muslim. Bahkan tak jarang kita mendapatkan perilaku-perilaku kasar darinya. Pertanyaan saya, “apa yang menyebabkan hal ini bisa terjadi?”.
 
Ternyata inilah yang disebut “Kita disibukkan oleh dunia”. Kita lupa untuk belajar Al-quran, kita lupa untuk membaca kitab kitab yang berisi panduan hidup Rasulullah SAW. Kita sibuk membaca panduan bisnis dan cepat kaya ala bla-bla.    
 
Aku menulis ini bukan berarti sempurna, melainkan sebagai introspeksi diri. Semoga kedepan bisa membagi waktu dengan baik dan benar, semoga kedepan bisa belajar banyak lagi tentang ilmu agama.